Singkawang – Rabu, 02 September 2020 malam hari, Petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI SIngkawang beserta Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kota Singkawang menggelar kegiatan Operasi Gabungan (OPGAB) terhadap orang asing di wilayah Kota Singkawang. Kegiatan OPGAB dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imgirasi (Kakanim) Kelas II Non TPI Singkawang Tessar Bayu Setyaji. Turut hadir sebagai penanggung jawab kegiatan yaitu Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Muhammad Ervan Lesmana, Kasubsi Intelijen Keimigrasian Eko Khaliasnir dan Kasubsi Penindakan Keimigrasian Aris Widodo serta didukung oleh Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Sarwono. Anggota TIMPORA yang hadir dalam kegiatan OPGAB tersebut merupakan Instansi terkait yang ada di Kota Singkawang yaitu BNN Kota Singkawang, BIN Kota Singkawang, Kejaksaan Negeri Singkawang, BAIS Kota Singkawang, Kodim 1202 SIngkawang, Kepolisian Resor Singkawang, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Singkawang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Singkawang, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang.

Sebelum memulai kegiatan OPGAB, tim berkumpul di Sekretariat Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang untuk melaksanakan rapat teknis terkait pelaksaan OPGAB. Kakanim dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan OPGAB hari ini merupakan tindak lanjut dari rapat TIMPORA Kota Singkawang yang telah dilaksanakan sebelumnya. OPGAB ini dilaksanakan dalam rangka pengawasan kegiatan orang asing di wilayah Kota Singkawang dengan tetap menjaga situasi Kota Singkawang kondusif agar tidak mengganggu kepariwisataan di Kota Singkawang. Kakanim juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakasanakan sebagai ajang silahturahmi antar instansi terkait pemangku kepentingan di Kota Singkawang guna terwujudnya sinergitas yang baik dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab TIMPORA. Tidak lupa Kakanim mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan OPGAB ini mengedepankan protokol kesehatan agar mencegah penyebaran covid-19 karena mengingat situasi pandemi covid-19.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian dalam kesempatannya pada rapat teknis menjelaskan lokasi target operasi pada kegiatan OPGAB ini terdiri dari 6 (enam) hotel yaitu Hotel Sentosa, Hotel Grand Mandarin, Hotel Hongkong Inn, Hotel Sahabat Baru, Hotel Kyodai dan Hotel Rajawali. Fokus utama dalam kegiatan OPGAB ini yaitu pengawasan orang asing yang menginap di 6 (enam) hotel tersebut. Setelah melaksanakan rapat teknis, TIMPORA berangkat menuju lokasi target operasi pada pukul 20.30 WIB untuk melaksanakan kegiatan OPGAB. Dalam pelaksanaannya, TIMPORA mengingatkan setiap pengelola hotel untuk selalu melaporkan keberadaaan orang asing yang menginap melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) atau pun secara manual datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang dalam kesempatan pertama. Hal tersebut, merupakan kewajiban dari setiap pemilik hotel/penginapan yang memberi tempat tinggal bagi orang asing. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan OPGAB ini yaitu tidak ditemukan (nihil) orang asing yang menginap di 6 (enam) hotel tersebut. Menurut pengelola hotel, situasi pandemi covid-19 seperti sekarang sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah pengunjung hotel.

Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) merupakan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa untuk melakukan pengawasan Keimigrasian terhadap kegiatan Orang Asing di wilayah, perlu membentuk Tim Pengawasan Orang Asing yang anggotanya terdiri atas badan atau instansi pemerintah yang terkait dengan kegiatan dan keberadaan orang asing, untuk menjaga tetap terpeliharanya keamanan dan kepentingan nasional dari dampak negatif yang mungkin timbul akibat keberadaan dan kegiatan orang asing, dengan mengacu kepada kebijakan pemerintah dibidang keimigrasian yaitu selective policy bahwa visa hanya diberikan kepada Orang Asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum untuk diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *